Menurut Prananda, Kedua bangsa baik pihak pemerintah Malaysia dan Indonesia maupun rakyatnya, seharusnya menjaga persahabatan kedua bangsa dengan saling menjaga perasaan dan harkat kedua bangsa.
Ia menilai secara langsung iklan tersebut menyakiti bangsa Indonesia dan sangat tidak sensitif. Sebuah 'senseless act' yang tidak perlu, apalagi hanya untuk meraih popularitas. Tercatat juga ada iklan Malaysia yang menyinggung perasaan bangsa Indonesia pada 2012 yaitu tajuk 'Indonesian maids now on sale'.
"Untuk itu saya Prananda Surya Paloh, sebagai salah satu komponen bangsa, anggota Parlemen Indonesia yang berkaitan dengan hubungan luar negeri, dengan ini mengutuk tindakan tak berbudi bahasa ini," ungkap Prananda dalam rilisnya, Kamis (5/2).
Ia mendesak Kementerian Luar Negeri untuk melakukan respons yang sekeras yang dimungkinkan untuk memprotes perilaku Malaysia tersebut. Pemerintah harus meminta Pemerintah Malaysia untuk bisa menjelaskan dan melakukan tindakan kongkret untuk menjaga hubungan baik kedua Negara. Sehingga penghinaan terhadap komponen bangsa, pahlawan devisa bangsa kita tidak lagi terulang kembali.
"Semoga tercapai pengertian yang lebih dalam lagi diantara kedua Negara dan ujungnya menghasilkan pemahaman yang lebih baik lagi bagi silaturahmi kedua bangsa," pungkasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: