"Kami melihat pelayanan di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) masih buruk. Begitu datang ke rumah sakit banyak pasien yang gigit jari. Alasannya macam-macam. Mulai dari kurang dokter sampai kamar inap penuh,†ungkap Yusnar Yusuf, Ketua Umum PB Al Wasliyah ketika dihubungi
RMOLJakarta via phone sesaat lalu, Rabu (21/1).
Ia mendapat banyak keluhan dari anggotanya di Al Wasliyah. Padahal, sudah jadi kewajiban negara, lanjut dia, untuk memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada rakyatnya.
Persoalan ini sering timbul tenggelam. Kalau disorot media, baru RSUD bergerak. Perbaikan dilakukan. Tapi, ya itu tadi, lepas dari pengawasan, kambuh lagi. Sebaiknya, pemerintah lebih seriuslah. Benahi dengan segenap hati. Jangan setengah-setengah,†tutur Yusnar.
Jangan sampai, sambung dia, ada warga yang antri berbulan-bulan hanya untuk mendapat layanan operasi di tubuhnya. Tolong diperhatikan. Dan, satu lagi pemerintah DKI harus berani menampilkan secara online biodata para penerima Kartu Jakarta Sehat (KJS), sehingga masyarakat dapat mengawasinya dengan baik,†ujarnya.
Lanjut Yusnar, jangan sampai penerima KJS salah sasaran. Yang semestinya untuk rakyat yang benar-benar miskin malah dinikmati orang kaya. Ini salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Ahok. Berani tidak dia tampilkan biodata penerima KJS itu,†tambahnya lagi.
[sim/jkt/rio]