Pelayanan RSUD di Jakarta Masih Buruk

Rabu, 21 Januari 2015, 21:39 WIB
Pelayanan RSUD di Jakarta Masih Buruk
ILUSTRASI/IST
RMOLJakarta.  Pelayanan kesehatan di Jakarta masih buruk. Ini terbukti dengan banyaknya keluhan atas pelayanan di RSUD-RSUD di Jakarta.

"Kami melihat pelayanan di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) masih buruk. Begitu datang ke rumah sakit banyak pasien yang gigit jari. Alasannya macam-macam. Mulai dari kurang dokter sampai kamar inap penuh,” ungkap Yusnar Yusuf, Ketua Umum PB Al Wasliyah ketika dihubungi RMOLJakarta via phone sesaat lalu, Rabu (21/1).

Ia mendapat banyak keluhan dari anggotanya di Al Wasliyah. Padahal, sudah jadi kewajiban negara, lanjut dia, untuk memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada rakyatnya.

Persoalan ini sering timbul tenggelam. Kalau disorot media, baru RSUD bergerak. Perbaikan dilakukan. Tapi, ya itu tadi, lepas dari pengawasan, kambuh lagi. Sebaiknya, pemerintah lebih seriuslah. Benahi dengan segenap hati. Jangan setengah-setengah,” tutur Yusnar.

Jangan sampai, sambung dia, ada warga yang antri berbulan-bulan hanya untuk mendapat layanan operasi di tubuhnya. Tolong diperhatikan. Dan, satu lagi pemerintah DKI harus berani menampilkan secara online biodata para penerima Kartu Jakarta Sehat (KJS), sehingga masyarakat dapat mengawasinya dengan baik,” ujarnya.

Lanjut Yusnar, jangan sampai penerima KJS salah sasaran. Yang semestinya untuk rakyat yang benar-benar miskin malah dinikmati orang kaya. Ini salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Ahok. Berani tidak dia tampilkan biodata penerima KJS itu,” tambahnya lagi. [sim/jkt/rio]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA