Demikian hasil polling yang dilakukan Kantor Berita Politik
RMOL, hingga pagi ini (Rabu, 21/1). Hasil polling menunjukan, sekitar 79,4 publik merasa puas melihat upaya pencarian dan penyelamatan AirAsia QZ8501.
Sementara itu, 14,7 persen merasa tidak puas. Sisanya, sebanyak 5,9 persen mengatakan ragu-ragu.
Sebagai catatan penting, polling ini tidak menggunakan kaidah ilmiah dan tidak mencerminkan sikap publik pemilih Indonesia. Polling dengan metode
one ip one vote ini hanya mengambarkan sikap politik pembaca Kantor Berita Politik
RMOL, dan itu pun yang rela mengikuti polling.
Selasa kemarin (20/1), Komisi Perhubungan DPR menggelar rapat kerja dengan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan dan Kepala Basarnas Marsekal Madya Henry Bambang Soelistyo.
Dalam kesempatan ini, Bambang mengatakan dalam waktu dekat ini tidak tertutup kemungkinan akan menghentikan proses pencarian. Namun demikian, tim akan tetap melakukan pencarian harian.
"Kalau hitungan genap satu bulan, tanggal 27 bulan ini. Tapi, kalau badan diangkat sebelum tanggal 27 (Januari), saya akan umumkan penutupan," kata Bambang Soelistyo.
Bambang Soelistyo mengaku sudah menemui keluarga korban beberapa waktu lalu. Katanya, keluarga korban sudah akan menerima realitas bila akhirnya proses pencarian dihentikan. Keluarga korban juga berterima kasih kepada Basarnas dan tim yang telah bekerja maksimal dalam penanganan kecelakaan ini.
"Mereka (keluarga korban) memberi aplaus. Dan itu tujuan akhir berkunjung ke keluarga," ungkap Bambang.
Bambang melanjutkan bahwa proses pencarian dan evakuasi AirAsia QZ8501 melibatkan ribuan personel, baik dari dalam maupun luar negeri. Basarnas pun menghabiskan biaya sekitar Rp 537,8 juta.
"Nanti kita dapat laporan dari bawah, bottom up. Setelah kita kumpulkan akan kita minta BPKP untuk memeriksa. Kalau ada yang misalnya tidak tepat, akan diperbaiki," tegas dia.
Hingga kini, total korban yang ditemukan mencapai 53 jasad.
[ysa]
BERITA TERKAIT: