Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam diskusi yang digelar Komite Aksi Mahasiswa dan Pemuda Untuk Reformasi-Demokrasi (Kamerad) dengan tema "Mencari Figur Kapolri Berjiwa Reformis di Menteng, Jakarta Pusat 9senin, 5/1).
"Kita harapkan, dia bisa melakukan perubahan-perubahan dari di Polri. Dia bukan tipe jenderal yang pengkhianat. Kita melihat, 2015 ini yang cocok menjadi kapolri dari visi-misi yang dia buat adalah Budi sendiri," ungkap Neta.
Sementara anggota Kompolnas, Hamidah Abdurrahman mengatakan penseleksian calon Kapolri yang sudah dilakukan sejak 6 bulan lalu belum bersifat final. Kompolnas pun belum final untuk memberikan saran dan pertimbangan calon Kapolri kepada Presiden.
Meski begitu, ia berharap, kepada calon Kapolri kelak harus mampu menghidupi anggotanya dengan anggaran SDM yang terbatas.
"Tantangannya adalah mampu membiayai SDM yang kuat dengan anggaran yang terbatas. Ya mungkin efek dari situ, muncul hal-hal yang bikin masyarakat tak percaya kepada polisi," tandasnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: