Demikian disampaikan Ketua Bidang Politik DPP Garda Muda Nasional (GMN), Muhamad Adnan Rarasina, kepada Kantor Berita Politik
RMOL beberapa saat lalu (Minggu, 4/1).
"Memang benar ketika dalam acara acara berhubungan dengan tugas kenegaraan, Hatta tidak mau berbicara tentang urusan partai karena prinsip loyalitas pada negara. Tapi semua kader juga tau bahwa khusus hari Jumat sampai Minggu digunakan sepenuhnya untuk membangun dan mengkonsolidasikan partai ke daerah-daerah," tegas Adnan.
Adnan menegaskan bahwa sebagai Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjadi salah satu faktor utama penyumbang suara, selain kerja keras kader. Di bawah Hatta Rajasa, suara PAN naik menjadi 3,5 juta suara pada Pemilu 2014 dari sebelumnya 6 juta suara pada 2009.
"Kinerja Hatta Rajasa sebagai menteri mendapat kredit poin khusus dari rakyat. Artinya bahwa rakyat memandang kinerja ekonomi yang digawangi Hatta mampu mengangkat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di tengah perekonomian dunia yang sedang yang lesu secara konsisten tumbuh di angka 6 sampai 7 persen per tahun," ungkap Adnan.
Adnan menambahkan, Hatta dikenal dunia dengan konsep Hattaconomic-nya dengan program program unggulan seperti wirausaha muda, dan yang paling fenomenal adalah konsep master plan MP3EI yaitu program membangun pusat pusat pertumbuhan ekonomi baru secara merata di seluruh daerah penyangga ekonomi dengan total nilai anggaran non-APBN sebesar 6 ribu Triliun.
"Ini adalah kerja nyata Hatta yang kemudian berkontribusi positif bagi kenaikan suara PAN sebesar 50 persen dari pemilu sebelumnya," demikian Adnan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: