Terbang Rebana Jadi Pilihan Favorit dalam Festival di Nanchang University

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 30 Desember 2014, 11:33 WIB
Terbang Rebana Jadi Pilihan Favorit dalam Festival di Nanchang University
ppi tiongkok
rmol news logo . Sejak 2011, mahasiswa Indonesia di Nanchang University, Tiongkok, aktif mempromosikan budaya Indonesia secara swadaya melalui pagelaran festival budaya dan kuliner Indonesia. Saat ini, ada 39 mahasiswa Indonesia yang berasal dari berbagai daerah dan kuliah di berbagai program di Nanchang University.

Mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok cabang Nanchang ini pun kembali mempromosikan budaya Indonesia dalam acara Nanchang University (NCU) Postgraduate New Year Art Gala Festival. Budaya yang ditampilkan dalam acara ini adalah Terbang Rebana yang disajikan dalam lima bahasa, yaitu Aceh, Arab, Inggris, Mandarin dan Indonesia.

Dalam acara yang digelar Senin waktu setempat itu (29/12), Terbang Rebana yang dimainkan oleh 12 mahasiswa itu dimulai dengan lantunan syair Meuratep khas Aceh, dengan dipadu gerakan tarian Saman.  

"Gemuruh tepuk tangan berkali-kali terdengar saat musik Terbang Rebana menjadi suguhan," kata Dewan Pembina PPI Tiongkok, Ahmad Syaifuddin Zuhri, dalam keterangan kepada redaksi beberapa saat lalu (Selasa, 30/12).

Menurut Zuhri, dalam acara yang dilaksanakan di gedung Music Hall Nanchang University, Kota Nanchang, Provinsi Jiangxi, Tiongkok tersebut disaksikan oleh lebih dari 500 penonton. Mulai dari mahasiswa lokal, asing, dosen dan civitas akademika Nanchang University lainnya.

Zuhri menambahkan, sebelum mereka tampil dalam acara tersebut, mereka harus mengikuti seleksi ketat selama dua kali  selama sebulan bersama dengan 38 grup penampil mahasiswa lokal lainnya. Tak pelak, dari total 15 penampilan yang lolos final.

Penampilan mahasiswa Indonesia ini, lanjutnya, mendapat applaus berkali-kali dari penonton. Selain sebagai satu-satunya dari mahasiswa asing yang tampil adalah karena  tabuhan dari alat Terbang Rebana yang dibawakan sangat rancak dan dinamis.

"Sehingga, di akhir acara diumumkan menjadi penampilan favorit pilihan penonton oleh pembawa acara  berdasarkan dari respon di akun resmi mikroblogging Weibo (twitter-nya Tiongkok) milik panitia yang  ditunjukkan dalam layar LCD di panggung," demikian Zuhri. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA