Demikian disampaikan Koordinator Presedium Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad), Haris Pertama. Haris pun meminta Presiden Joko Widodo melakukan dulu uji publik terhadap calon Kapolri sehingga tidak salah pilih.
"Polisi sebagai pengayom masyarakat harus dipimpin oleh orang yang berjiwa besar dan memasyarakat, dia bukan sosok yang otoriter dan memkasakan kehendak," kata Haris beberapa saat lalu (Kamis, 25/12).
Haris menambahkan, Kapolri mendatang juga harus berjiwa besar, yang artinya bisa merangkul semua golongan, termasuk para aktivis. Selain itu, karena Indonesia rawan konflik, Kapolri juga harus luwes dan berjiwa modern.
"Kapolri harus memahami karateristik masyarakat Indonesia yang mudah untuk bersitegang. Pilih orang yang sudah berpengalaman dan mempunyai dedikasi tinggi terhadap korps bhayangkara," tegasnya.
Meski tidak mau menyebut siapa yang layak untuk menggantikan Sutarman, Haris mengaku siapapun nanti pilihan Presiden Jokowi adalah orang-orang yang mempunyai pengalaman yang cukup dan terpenting adalah bisa mengayomi anak buahnya sampai ke tingkat bawah.
"Kami akan menghormati pilihan Presiden nanti, jika memang tidak berkenan di masyarakat maka kami (yang pertama untuk protes," tandasnya.
Diketahui sebelumnya ada lima nama yang disebut-sebut sebagai calon Kapolri, yakni Komjen Badroeddin Haiti, Komjen Budi Gunawan, Irjen Safruddin, Irjen Pudji Hartanto, dan Irjen Unggung Cahyono.
[ysa]
BERITA TERKAIT: