Misbakhun Terima Banyak Keluhan Rakyat terkait Kenaikan Harga BBM

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 21 Desember 2014, 15:26 WIB
Misbakhun Terima Banyak Keluhan Rakyat terkait Kenaikan Harga BBM
misbakhun/net
rmol news logo . Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) benar-benar membebani masyarakat. Lebih-lebih di saat yang sama, program-program pemerintah seperti jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dan program simpanan keluarga sejahtera (PSKS) tidak tepat sasaran.

Demikian disampaikan anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar, Muhammad Misbakhun. Misbakhun memastikan kenaikan harga BBM ini membebani setelah ia menerima keluhan rakyat. Rakyat mengeluh ketika Misbakhun mendatangi mereka di masa reses DPR ini.

"Mereka mengeluhkan harga BBM yang dinaikkan tapi penerima Jamkesmas dan PSKS yang tidak tepat sasaran. Keluhan itu tentu menjadi masukan dan catatan tersendiri untuk saya prioritaskan dan mendorong pemerintah untuk memperbaikinya," kata Misbakhun beberapa saat lalu (Minggu, 21/2).
 
Misbakhun memang tak menyia-nyiakan masa reses DPR yang dimulai 15 Desember lalu. Ia langsung berkeliling dan menemui rakyat di daerah pemilihannya, di Pasuruan dan Probolinggo, selama dia minggu penuh.

"Ini masa reses pertama sejak dilantik menjadi anggota DPR pada 20 Oktober lalu. Saya ingin masa reses itu bisa saya manfaatkan sebaik mungkin demi menyapa konstituen," katanya.

Selama dua pekan itu, Misbakhun juga menghadiri dan menggelar sejumlah kegiatan. Misalnya, Jumat kemarin (19/12), ia menghadiri peresmian sekaligus menyerahkan bantuan untuk pembangunan asrama santri di Pondok Pesantren Mambaul Ulum di  Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Dalam kesempatan itu, Misbakhun mendapat informasi dari Kiai Badri selaku pimpinan Ponpes Mambaul Ulum,

"Daerah ini jarang sekali disambangi pejabat. Mereka nyaris tak merasakan kehadiran pemerintah dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat," tutur Misbakhun.

Misbakhun pun mengakui bahwa perlu ketelatenan untuk memupuk konstituen. Namun demikian ia mengaku mendapat banyak hal baru dan tambahan energi.  Terutama karena sambutan dan harapan masyarakat terhadap Golkar masih tinggi. Di kalangan bawah tidak terasa adanya persoalan internal di Golkar.

"Kalau ada lembaga survei menyebut elektabilitas Golkar tergerus karena persoalan internal, justru tanggapan masyarakat saat kami datangi terlihat beda. Artinya jika setiap angota DPR dari Golkar benar-benar serius menggarap konstituen dan memupuk kepercayaan, 2019 nanti tentu kami tidak seperti gambaran hasil survei itu," demikian Misbakhun. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA