Bionas Energi Indonesia (BEI) berhasil memadukan kemajuan teknologi nano yang diterapkan pada additif, nano emulsion dan polarization. Perpaduan tersebut diyakini dapat memangkas biaya tarif dasar listrik hingga 20 persen. Bahkan, yang lebih menarik lagi penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah alat transportasi darat, udara dan laut bermesin diesel dan premium dapat mencapai 20 persen.
"Teknologi ini ramah lingkungan karena buah (biji) jarak dan air menjadi salah satu komponen utama di dalamnya. Teknologi nano emulsi dan polarisasi ini tujuannya untuk penghematan bahan bakar fosil," ujar CEO BEI Hendry Widjaya, Jumat (19/12).
Ia berharap kegiatan investasi yang ia lakukan dapat membantu meningkatkan pendapatan petani. Karena BEI berjanji akan membayar tinggi buah jarak milik petani. Bila dipasaran buah jarak hanya dihargai 115 USD per ton, maka Hendry berjanji meningkatkan harganya menjadi 400 USD per ton.
Sebagai bentuk keseriusannya, perusahaan asal California ini menggandeng Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk membantu melakukan riset penggunaan produk Bionas ini di bidang otomotif.
"Kita akan melakukan pengujian, kita cek berapa ketahanan mesinnya dan bagaimana efeknya terhadap pencemaran. Kita bergerak di sektor teknologi tepat guna dan sangat mungkin Bionas ini diterapkan disana," kata Rektor Universitas Negeri Makassar Arismunandar.
Kata Aris, dalam MoU yang tertuang antara UNM dan Bionas tertulis bahwa pihak universitas akan menyediakan sumber daya manusia (SDM) untuk diberi pelatihan mengenai proses pembuatan sumber energi ramah lingkungan ini. Kapal nelayan milik warga, motor dan mesin industri yang ada di Makassar akan menjadi target utama uji coba produk Bionas ini.
Sebagaimana diketahui, MoU penandatanganan kerja sama antara UNM dan Bionas dilaksanakan di Hotel Grand Melia pada Kamis (18/12). Dalam penandatanganan tersebut sejumlah petinggi dari Bionas hadir, diantaranya Zurina Amnan, CEO Bionas Group, Dato Sri Mohmmad Jafri, Executive Chairman Bionas Group. Sementara itu perwakilan dari UNM adalah Rektor UNM, Prof. Dr. H. Arsimunandar dan Pembantu Rektor UNM Nurdin Nonik.
[rus]
BERITA TERKAIT: