Kinerja Garuda yang selama ini dirasakan masyarakat bisa bersaing dengan perusahaan penerbangan dalam negeri lainnya, ternyata menyimpan neraca keuangan yang dibayangi kerugian besar dan berpotensi mengganggu kinerja perusahaan.
Anggota DPR, Martin Hutabarat, mengungkapkan beberapa alasan dukungannya terhadap langkah penyegaran di maskapai Garuda.
Sebelumnya, pelarangan yang dilakukan Menteri BUMN, Rini Sumarno, terhadap Direksi BUMN untuk menggunakan kelas Bisnis dalam setiap penerbangan diprotes oleh Garuda karena berpotensi mengurangi pendapatannya.
"Ini menunjukkan bahwa penghasilan Garuda selama ini masih banyak tergantung dari keistimewaannya yang digunakan pegawai negeri dan BUMN," kata Martin dalam pesan elektronik yang diterima Kantor Berita Politik
RMOL, sesaat lalu (Sabtu, 13/12).
Dia melanjutkan, masyarakat yang selama ini mendukung Garuda agar maju menjadi perusahaan terkemuka dengan membeli saham Garuda pada saat go public ternyata banyak yang menelan kecewa. Penyebabnya, sejak saham Garuda dijual kepada umum 4 tahun lalu, sampai sekarang harga sahamnya selalu jauh di bawah harga perdana.
"Ini akibat laporan keuangan Garuda yang selalu merugi," sebut Martin.
Oleh karena itu, tambah Martin, pergantian Dirut Garuda, Emirsyah Satar, dan penyegaran seluruh Direksi adalah sangat tepat dilakukan oleh Menteri BUMN.
"Ini agar kinerja yang melambat jangan sampai merembes pada kinerja BUMN yang lain akibat terlalu lamanya seseorang menjabat Dirut BUMN," pungkas Martin.
[ysa]
BERITA TERKAIT: