Demikian disampaikan pengamat komunikasi politik yang merupakan pengajar Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) danUniversitas Diponegoro (Undip) Semarang, Ari Junaedi, kepada Kantor Berita Politik
RMOL beberapa saat lalu (Minggu, 7/12).
"Jangan sampai juga kejadian saat
voting Undang-Undang Pilkada terulang kembali. Seolah-olah SBY meminta
all out, ternyata fraksi Demokrat malah melakukan
walk out," ungkap Ari.
Ari juga mengingatkan, ucapan manis SBY juga tak berhenti dalam kicauan di twitter saja. SBY hendaknya terang benderang memaklumatkan bahwa Demokrat keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP) dan bergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH), setelah KMP jelas-jelas mau menolak Perppu Pilkada tersebut.
"Percuma berlabuh di KMP jika Demokrat hanya akan terkena imbas sentimen negatif. Sebuah investasi politik yang buruk untuk pemilu 2019 mendatang," demikian Ari Junaedi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: