Di tengah harga minyak yang turun, dengan masyarakat yang memiliki daya beli melebihi masyarakat Indonesia, namun AS dan Jepang tak berani membeli minyak dengan harga yang tinggi. Sehingga akhirnya sekarang terjadi kelebihan stok minyak dipasaran dunia.
"Jadi langkah pemerintah menaikkan harga BBM terasa aneh dan patut disesalkanya itu menaikkan harga minyak di tengah jatuhnya harga minyak dunia. Jika kita mengacu pada harga pasar, seharusnya pemerintah menurunkan harga BBM nya, bukan malah menaikkan," kata Ketua Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Malaysia, Sagir Alva, kepada
RMOL, Rabu malam ( 19/11).
Sagir pun mendesak pemerintahan Jokowi-JK trasparan mengenai berapa sebenarnya harga produksi BBM. Karena masalah BBM ini menyangkut hajat hidup orang banyak.
"Jika kita mengacu UUD 45, jelas tujuan Negara ini hadir adalah untuk memajukan kesejahteraan umum. Dengan kenaikkan BBM ini, jelas kebijakan pemerintah telah bertolakbelakang," demikian Sagir.
[ysa]
BERITA TERKAIT: