KENAIKAN HARGA BBM

KNPI Malaysia: Kebijakan Jokowi-JK Aneh!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 20 November 2014, 03:46 WIB
KNPI Malaysia: Kebijakan Jokowi-JK Aneh<i>!</i>
jokowi-jk/net
rmol news logo . Akibat pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat menurun maka harga minyak dunia juga turun menjadi 75 dolar AS per barel. Hal ini juga tak bisa dilepaskan dari kebijakan Arab Saudi yang memotong harga minyak.

Di tengah harga minyak yang turun, dengan masyarakat yang memiliki daya beli melebihi masyarakat Indonesia, namun AS dan Jepang tak berani membeli minyak dengan harga yang tinggi. Sehingga akhirnya sekarang terjadi kelebihan stok minyak dipasaran dunia.

"Jadi langkah pemerintah menaikkan harga BBM terasa aneh dan patut disesalkanya itu menaikkan harga minyak di tengah jatuhnya harga minyak dunia. Jika kita mengacu pada harga pasar, seharusnya pemerintah menurunkan harga BBM nya, bukan malah menaikkan," kata  Ketua Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Malaysia, Sagir Alva, kepada RMOL, Rabu malam ( 19/11).

Sagir pun mendesak pemerintahan Jokowi-JK trasparan mengenai berapa sebenarnya harga produksi BBM. Karena masalah BBM ini menyangkut hajat hidup orang banyak.

"Jika kita mengacu UUD 45, jelas tujuan Negara ini hadir adalah untuk memajukan kesejahteraan umum. Dengan kenaikkan BBM ini, jelas kebijakan pemerintah telah bertolakbelakang," demikian Sagir. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA