"Yaitu alasan untuk menyehatkan ABPN dan untuk pengalihan subsidi pada sektor kesehatan, pendidikan dan infrastruktur," kata Ketua Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Malaysia, Sagir Alva, kepada
RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 19/11).
Dalam penanganan BBM ini, kata Sagir Alva, pemerintah selalu memakai cara instan dan bepikir parsial. Padahal seharusnya pemerintah berpikir secara menyeluruh.
Sagir mengingatkan, masalah BBM ini bagian dari pengelolaan energi secara keseluruhan.
"Jangan karena ketidakmampuan pemerintah membangun sektor energi baru lainya, ketidakmampuan pemerintah memutus rantai mfia migas, lalu dibebankan pada rakyat," demikian Sagir.
[ysa]
BERITA TERKAIT: