KONGRES DEMOKRAT

Tak Elok Bila SBY Kembali Jadi Ketum Demokrat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 18 November 2014, 05:25 WIB
Tak Elok Bila SBY Kembali Jadi Ketum Demokrat
sby/net
rmol news logo . Kini, menjelang Kongres, Partai Demokrat menjadi perhatian publik lagi. Publik pun sedang menilai kredo demokrasi yang selalu digembar-gemborkan SBY, selaku Ketua Umum  Demokrat.

Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) yang juga dosen di Magister Ilmu  Komunikasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Ari  Junaedi, Senin malam (17/11).

"SBY harus menjadi  mentor tanpa perlu turun gunung apalagi memimpin Demokrat. Kurang ciamik dan tidak elok jika SBY memimpin Demokrat, sang besan mengepalai PAN dan konco-konconya masih menjadi ketua umum di koalisi Merah Putih," ungkap Ari.

Selama ini, lanjut Ari, kesan yang melekat di benak publik adalah Demokrat merupakan partai  SBY. Lebih-lebih pengurus inti partai dipenuhi oleh sanak-saudara SBY.

Ari menambahkan, banyak kader yang mumpuni di tubuh Demokrat yang memiliki kemampuan  memimpin Partai Demokrat.

"SBY lebih baik  menjadi guru bangsa dan layak memimpin organisasi internasional jika memang  ada yang  memintanya," demikian Ari. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA