"Saya langsung berpikir, siapa yg menjadi China connection pemerintahan Jokowi?" kata Dradjad kepada
RMOL beberapa saat lalu (Kamis, 6/11).
Kekagetan Dradjad ini terkonfirmasi dengan MoU yang diteken PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan China International Fund (CIF). Kesepakatan menandatangani nota kesepahaman ini bersamaan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, pada Senin lalu (3/11).
Untuk diketahui juga, penandatangan MoU kerangka kerja sama yang dilaksanakan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta itu disaksikan Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri BUMN Rini M Soemarno, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, dan Dubes China untuk Indonesia Xie Feng.
"MoU ini penuh kerahasiaan," kata Dradjad.
Dradjad pun mengungkapkan, ada tokoh bisnis yang sangat kuat tapi dikenal kontroversial oleh Barat, yaitu Sam Pa. Sam Pa dianggap media-media Barat sebagai pemilik CIF. Di Angola, tangannya melalui China Sonangol. Dan Sam Pa ini memiliki koneksi sangat kuat dengan para kepala negara di Afrika dan Amerika Latin.
"Tidak mungkin CIF bisa cepat meneken MoU jika tidak ada koneksi sebelumnya. Sam Pa ini juga dekat dengan Presiden Xi Jinping dari China. Jadi, siapa
China connection di pemerintahan Jokowi?" kata Dradjad penuh tanya.
Dradjad menambahkan, Grup CIF ini kadang-kadang disebut The 88 Queensway Group. Penamanaan ini karena lokasi kantor pusatnya di 88 Queensway, Hongkong.
"Menyeimbangkan Barat dengan China itu bagus. Tapi begitu cepatnya China masuk dalam pemerintahan Jokowi itu yang mengagetkan. Siapa
the China connection di pemerintah?" demikian Dradjad.
[ysa]
BERITA TERKAIT: