"Lagu lama kaset baru," ungkap anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 4/11).
Rieke pun mendesak pemerintahan SBY jujur dan transparan. Berapa sebenarnya angka defisit yang ditinggalkan pemerintahan SBY. Apakah misalnya Rp 8o triliun atau Rp 109 triliun. Dan jika defisit benar adanya, artinya di akhir pemerintahan SBY telah salah urus negara plus keuangannya.
"Namun, kita tetap gunakan azas praduga tak bersalah, tanyakan saja langsung kepada Pak SBY dan para menterinya terutama Menteri Keuangan Chatib Basri, betulkah ada devisit? Berapa angka devisit yang sesungguhnya?" ungkap Rieke.
Menurut Rieke, hal ini penting, bukan untuk menjelek-jelekkan pemerintah yang lalu, tapi agar jelas kondisi keuangan negara. SBY harus menyampaikan pada publik kondisi kas negara agar pemerintah Jokowi bisa berjalan tanpa beban masa lalu dan tidak dipecundangi para pemburu rente yang sepertinya bersembunyi di balik topeng "subsidi penyebab negara bangkrut."
"Pemerintah Jokowi tidak bertanggung jawab atas indikasi salah kelola keuangan negara yang terjadi pada pemerintah SBY, namun juga tak boleh lepas tangan dari akibat salah urus yang terjadi. Saya masih meyakini Jokowi adalah solusi," demikian Rieke.
[ysa]
BERITA TERKAIT: