"Otomatis sangat berpengaruh terhadap daya beli buruh yang berimbas pada jauhnya cita-cita hidup layak bagi buruh," kata Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Mudhofir, Sabtu malam (1/11).
Mudhofir pun mengingatkan, politik upah murah hanya akan membuat perekonomian bangsa menjadi hancur, kurangnya produktifitas, kurangnya daya beli, melemahnya sektor perdagangan dan lain-lain.
Dan jelang pemberlakuan pasar bebas Asean-Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015, Mudhofir meminta pemerintah menyediakan sarana prasarana, salah satunya adalah upah layak bagi buruh. Sebab persaingan pasar bebas Asean akan memaksa buruh membeli berbagai macam kebutuhan yang bukan tidak mungkin harga barang disamakan dengan harga pada negara-negara lain di wilayah Asean.
"Untuk itu, kenaikan upah harus disejajarkan dengan upah layak negara regional Asean lainnya," ungkapnya, terkait dengan pemberlakuan UMP tahun 2015.
[ysa]
BERITA TERKAIT: