Demikian disampaikan Ketua Umum Forum Pemuda Pelopor Nasional, Rita Widyasari. Rita pun menilai hadirnya pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang membawa konsep Revolusi Mental seharusnya menjadi tonggak untuk mengembalikan jati diri bangsa yang mulai rapuh karena berbagai perilaku amoral.
Menurutnya, Sumpah Pemuda bukan hanya diperingati sebagai kegiatan seremonial rutin tahunan, namun seharusnya menjadi ajang mengevaluasi dan membangkitkan semangat pemuda untuk berinovasi, berkreasi dalam memajukan bangsa. Dan agar Peringatan Sumpah Pemuda senantiasa menjadi tauladan pagi insan muda, Forum Pemuda Pelopor Nasional mengusulkan agar pada tahun-tahun mendatang puncak peringatan kegiatan ini bisa dihadiri Presiden Joko Widodo, seperti layaknya memperingati Hari Proklamasi.
"Usulan ini cukuplah beralasan, karena kebangkitan bangsa ini diawali dengan bangkitnya pemuda dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman," kata perempuan yang juga menjabat Bupati Kutai Kertanegara ini dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 28/10).
Bagi Rita, untuk menumbuhkan karakter, sudah seharusnya bangsa ini sadar dan kembali meningkatkan pentingnya mengajarkan sejarah bangsa bagi para pelajar. Sebab, sejarah dan kebudayaan bangsa itu sangat penting. Dia memberikan contoh negara-negara maju seperti Jepang dan Korea yang sangat menjunjung tinggi budaya dan sejarah bangsanya.
Sebagai komitmen mengembalikan karakter anak bangsa, Forum Pemuda Pelopor Nasional kini tengah menginisiasi dan mengkampanyekan Gerakan Nasional Indonesia Mendongeng. Dongeng merupakan sarana untuk menanamkan budi pekerti dan pendidikan karakter.
"Kita ingin semua pihak mendukung Gerakan Nasional Indonesia Mendongeng ini. Mulai dari pejabat di daerah hingga di pusat. Upaya ini juga sebagai cara memperbaiki karakter anak bangsa," ungkap perempuan yang meraih gelar doctor atau S3 dari Universitas Utara Malaysia pada September lalu.
[ysa]
BERITA TERKAIT: