"Kami juga mencium ada dugaan korupsi," kata Ketua Aliansi Mahasiswa Tangkap Mafia, Eka Juliardia Sanjaya, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 17/10).
Indikasinya, kata Eka, sosialisasi yang kurang masif, padahal EKP ini bertugas melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai keuangan dan produk-produk keuangan serta masalah perlindungan konsumen.
"Anehnya kegiatan sosialisasi yang dilakukan terkesan tertutup tanpa melibatan stakholder yang ada seperti mahasiswa dan kaum intelektual lainnya," ujar Eka.
Lalu siapa yang EKP libatan untuk memberikan pemahaman tentang itu? Karena sampai saat ini, masyarakat belum paham mengenai kebijakan-kebijakan tersebut. Contoh saja kata Eka, banyak saat ini anak-anak mudah enggan menjadi akuntan.
"Ini kan jelas ada kegagalan dalam sosialisasi. Ada apa? Siapa yang mereka libatkan, padahal anggaran EKP sangat besar sekitar Rp 60 miliar," tegasnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: