Dua BUMN Bidang Verifikasi Ini Harus Jadi Pilar Kekuatan Ekonomi Nasional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 14 Oktober 2014, 09:54 WIB
Dua BUMN Bidang Verifikasi Ini Harus Jadi Pilar Kekuatan Ekonomi Nasional
ilustrasi/net
rmol news logo . Sucofindo dan Surveyor Indonesia, dua BUMN bidang jasa verfikasi yang dinilai lebih berkualitas dibanding kompetitornya di negara-negara ASEAN, tetap harus bisa bersaing ketika Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 mulai berlaku. Di saat yang sama, kedua BUMN ini juga harus menjadi pilar kekuatan ekonomi nasional dalam persaingan di era global.

Menurut Managing Director Public Trust Institute Indonesia, Hilmi R. Ibrahim,  keberhasilan produk-produk kebijakan pelayanan Sucofindo dan Surveyor Indonesia di bidang inspeksi, pengujian, dan sertifikasi di pasar global merupakan modal besar bangsa ini dalam memasuki MEA 2015.

"Kita tidak perlu ragu dalam memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun depan, terutama dalam bidang inspeksi, pengujian, dan sertifikasi," kata Hilmi, saat ditanya mengenai prospek persaingan industri jasa verifikasi dalam era MEA pada 2015 mendatang, khususnya terkait dengan kemampuan PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia (Senin, 13/10).

Hilmi meyakini, Sucofindo dan Surveyor Indonesia mampu menjadi penopang utama dalam menciptakan sistem persaingan ekonomi yang sehat dan kondusif di bidang inspeksi, pengujian, dan sertifikasi. Karena itu kedua BUMN jasa verifikasi itu juga mampu menjadi salah pilar bangsa yang dapat melindungi kekuatan ekonomi nasional dalam persaingan di era global yang sedang dan yang akan kita hadapi.  

Sementara dosen pasca sarjana kebijakan publik Universitas Nasional Jakarta, Rusman Ghazali mengemukakan baik Sucofindo maupun Surveyor Indonesia telah berhasil menampilkan kinerja yang baik dalam bidang usaha jasa inspeksi, pengujian, dan sertifikasi. Hal ini terlihat dari produk pelayanan jasa inspeksi, pengujian, dan sertifikasi yang dihasilkan kedua BUMN itu, bukan hanya diterima pasar, tetapi juga mampu membangun kredibilitas usaha yang cukup kondusif di mata publik.

Kemampuan itu, menurut doktor politik kebijakan dari Universitas Nasional Malaysia itu, tentu tak dapat dilepaskan dari kemampuan kedua BUMN perusahaan tersebut membangun sistem manajemen yang profesional dalam beberapa tahun terakhir, dukungan SDM yang hadir di semua wilayah Indonesia, serta integrasi antara kapasitas SDM dengan teknologi modern yang mampu melahirkan produk pelayanan yang andal. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA