Ujung-ujungnya, dolar AS akan kembali menguat terhadap seluruh mata uang rupiah dan indeks di berbagai negara juga akan mengalami koreksi karena uang itu kembali ke Amerika.
"Artinya rupiah akan melemah," kata ekonom senior Dradjad H Wibowo beberapa waktu lalu (Sabtu, 11/10).
Dradjad menjelaskan, data ketenagakerjaan AS menunjukkan
employment-nya lebih bagus dari yang diduga. Di saat yang sama, di Eropa, eksport dan produksi manufacturing Jerman drop, dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat.
Sedangkan China, lanjutnya, mulai pulih tapi masih belum stabil. Pun demikian dengan India.
"Jadi pertumbuhan global ini memang sedikit agak terkoreksi. Jadi perekonomian Indonesia pada 2015 itu akan lebih berat," demikian Dradjad yang juga Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).
[ysa]