Demikian disampaikan Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid, dalam pembukaan Konferensi Besar XIX GP Ansor dan Peluncuran Buku Keuangan Inklusif-Membongkar Hegemoni Keuangan, karya Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid, di Gedung Smesco, UKM Centre, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta (Jumat, 10/10).
"GP Ansor oleh NU ditugaskan untuk pengembangan ekonomi dan pendidikan. Karena sebagai pemuda, usia produktif, kita tidak boleh nganggur dan ga boleh isin (malu). Kita tidak boleh masuk pada kemiskinan abadan (selamanya)," kata Nusron.
Nusron menjelaskan, PR besar bangsa Indonesia paska reformasi ada empat. Pertama adalah kemiskinan yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) masih ada sekitar 29 juta rakyat miskin, dan 40 juta lebih yang hampir miskin. Artinya, secara keseluruhan ada sekitar 70 juta yang masuk kategori miskin dan hampir miskin.
Untuk mengatasi kemiskinan, dia mendorong Pemerintahan Jokowi-JK nanti mengaplikasikan keuangan inklusif dalam mengelola keuangan sehingga tidak ada hambatan bagi rakyat tidak berkembang karena alasan kesulitan modal.
Hambatan kedua, lanjutnya, adalah ancaman terhadap pluralisme dimana saat ini muncul suatu gerakan radikal yang cenderung mempertentangkan keislaman dan keindonesiaan. Hambatan ketiga, adalah hambatan korupsi. Untuk itu, GP Ansor mendorong pemerintahan Jokowi-JK nanti bersama dengan KPK untuk melakukan pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.
"Adapun hambatan keempat, adalah ancaman hegemoni legislatif yang seolah tidak mau memberikan ruang bagi ekskutif. Maka itu, kita perlu mengkontrol agar tidak ada terjadi tirani mayoritas dan dominasi legislatif atas pemerintahan kita ke depan," tukasnya.
Sementara itu, JK dalam sambutannya mengatakan pemikiran Nusron yang dituangkan dalam buku Keuangan Inklusif ini merupakan suatu prinsip bagaimana pengelolaan keuangan yang lebih merata.
"Penggerak ekonomi haruslah dimulai dari bawah. Ini perlu kita sadari dan pahami. Ini sangat menetukan dalam upaya mewujudkan kemakmuran masyarakat karena pertumbuhan ekonomi harus dilakukan dari bawah," kata JK.
Dalam kesempatan tersebut, JK juga mengucapkan terimakasih kepada GP Ansor dan Nusron Wahid yang telah membantu dengan luar biasa dalam upaya pemenangan di Pilpres 2014 lalu.
Selain JK, hadir dalam kesempatan ini Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang, Wakil Ketua BPK Hasan Bisri, dan beberapa tokoh seperti dari OJK, Direksi BRI, dan Jamkrindo.
[ysa]
BERITA TERKAIT: