Aksi ini direncanakan akan berlangsung sesudah shalat Jumat. Guna mengantisipasi aksi ricuh seperti Jumat pekan lalu (3/10), pengamanan di Balikota dan DPRD DKI diperketat.
Ada tiga kompi pasukan dari Polres Jakarta Pusat, Brimob dan Sabhara Polda Metro Jaya yang berjaga-jaga di Balikota, penjagaan ketat juga diberlakukan di halaman Gedung DPRD DKI. Tak hanya personel, untuk pengamanan juga disiapkan Barracuda, mobil pengeras suara dan mobil pengangkut kawat berduri.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya akan menerjunkan 450 personel untuk mengamankan aksi tersebut.
"Ada 450 personel kita kerahkan untuk mengamankan demo FPI dan FUI di kantor DPRD," ujar Rikwanto hari ini, Jumat (10/10).
Rikwanto mengungkapkan, FPI dan FUI sudah melaporkan aksi tersebut, dan diperkirakan massa ada 200 orang yang dipimpin oleh Ustadz Subhan. Ia pun berharap demonstrasi itu berlangsung tertib dan tidak anarkis.
"Apabila terjadi aksi anarkis, kami akan melakukan tindakan tegas pada para pelaku tindak pidana tersebut," tandasnya.
Jumat pekan lalu, FPI juga sudah melakukan aksi di depan Balaikota dan DPRD DKI. Aksi tersebut berujung ricuh. Belasan polisi terluka, dan sebanyak 21 anggota FPI ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu, termasuk dua pimpinan FPI, yaitu Shahab dan Novel.
[rus]
BERITA TERKAIT: