Ini Literasi Media Yang Dilakukan Telkom

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 09 Oktober 2014, 12:32 WIB
Ini Literasi Media Yang Dilakukan Telkom
Pujo Pramono/net
rmol news logo Literasi media merupakan hal yang penting untuk memanfaatkan teknologi dan kreativitas untuk memenuhi kompetensi sosial.

"Sayangnya di Indonesia, literasi media biasanya ditemui secara informal, berbeda dengan di luar negeri yang biasanya formal," jelas AVP Communication Telkom, Pujo Pramono ketika memaparkan soal media literasi serta komunikasi dan peran Telkom Grup pada para peserta pelatihan jurnalistik yang digelar di Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama) Jakarta, Kamis (9/10).

Di Telkom Grup sendiri, jelas Pujo, ada tiga hal utama yang dilakukan terkait dengan literasi media.

"Pertama adalah kelola corporate value dengan komunikasi yang efektif dengan sejumlah stakeholder, bangun image dan reputasi perusahaan, serta menyampaikan pesan perusahaan," sambungnya di hadapan para peserta yang merupakan mahasiswa dari sejumlah universitas di Jakarta.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah membangun persepsi bahwa Telkom bukan lagi domestic player, melainkan telah melakukan ekspansi internasional sejak tahun 2012 lalu.

"Kita sudah memiliki perwakilan internasional di sekitar 10 negara, seperti Singapura, Hong Kong, Australia, Myanmar, Malaysia, dan sebentar lagi Arab Saudi," tuturnya.

Ia menyebut, demi membangun persepsi, selain melakukan sosialisasi dan edukasi di masyarakat, Telkom juga rutin memonitoring media.

"Setiap pagi, kita monitoring 12 media cetak dan 10 media online untuk dianalisa secara ringkas soal pencitraan Telkom," tutur Pujo.

"Pemberitaan kemudian disaring ke dalam tiga ring, yakni berita soal Telkom, berita soal kompetitor, dan berita soal perkembangan industri seperti adanya regulasi baru dan sebagainya," sambungnya.

Hal itu dilakukan guna memotret hasil kerja dan merespon pemberitaan yang beredar sambil terus membenahi kekurangan yang ada.

"Karena reputasi perusahaan ujung-ujungnya merujuk pada nilai saham," kata Pujo sambil menambahkan bahwa bila saham naik, maka respon pasar baik untuk investasi, begitupun sebaliknya.

"Ini menandakan, berita positif, tone-nya sejalan dengan harga saham," tandasnya.

Pelatihan jurnalistik itu sendiri digelar oleh Kantor Berita Politik RMOL bersama dengan LPM Diamma di Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama) selama tiga hari sejak tanggal 8-10 Oktober 2014. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA