"Bagus sekalian gini jika ternyata tidak ada perwakilan partai pendukung Jokowi-JK atau Jokka di paket Koalisi Pendukung Prabowo-Amien, atau Pramen. Hal itu tidak usah dikhawatirkan berlebihan selama Jokowi-JK
istiqomah dan serius niat baik membangun negara ke depan," kata Direktur Eksekutif Pusaka Trisakti, Fahmi Habsyi, beberapa saat lalu (Selasa, 2/10).
Ke depan, ungkap Fahmi, dalam menjalankan program pemerintahan Jokka jika tidak maksimal publik memahami dan menilainya bijak karena menghadapi sandungan diganjal "koalisi Pramen" yang telah menyiapkan "agenda-agenda" membalas untuk menebus kekalahan pilpres kemarin.
Hal ini, lanjut Fahmi, berbeda dengan SBY dan Demokrat yang di ujung pemerintahan ini dipenuhi kegagalannya seperti dolar melambung, defisit anggaran, hak-hak politik rakyat dikebiri dan maraknya korupsi lingkaran terdekatnya. Publik menilainya memang SBY gagal membawa Indonesia maju, berkualitas dan demokratis karena sudah menguasai parlemen dan eksekutif diperiode lalu tetapi tidak mampu juga mengelola negara selama 10 tahun dan semakin jauh dari harapan reformasi Publik pun akan mengenang era SBY dalam pahatan di batu nisan sejarah, bukan di tugu monumen sejarah.
"Dan pengalaman saya melihat proses pencapresan Jokowi sejak Desember diinternal PDIP,
black campaign yang ganas, hingga survei anjlok detik terakhir jelang pilpres. Saya melihat alam dan Tuhan selalu menolong Jokowi-JK. Sabar aja Jokowi-JK tidak usah khawatir. Niat baik maka Tuhan dan rakyat akan bersatu," ujar salah seorang inisiator Projo.
[ysa]