Jokowi Harus Berani Larang Orang Seperti Luhut Panjaitan Keluarkan Pernyataan Kebijakan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 01 Oktober 2014, 08:23 WIB
Jokowi Harus Berani Larang Orang Seperti Luhut Panjaitan Keluarkan Pernyataan Kebijakan
jokowi-jk/net
rmol news logo . Ke depan, harus dipastikan, apapun terkait rencana pemerintahan Jokowi-JK harus disampaikan langsung oleh Jokowi kepada publik. Tim Jokowi-JK, cukup membahas dan mengkajinya dari dalam.

"Di saat yang sama, Jokowi juga harus menegaskan, pernyataan apapun yang keluar bukan dari dirinya, bukanlah pernyataan resmi. Harus larang juga timnya keluarkan pernyataan kebijakan," kata pengamat politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf, kepada RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 1/10).

Saran Asep ini terkait dengan pernyataan Jokowi dan Luhut Panjaitan yang bertolak belakang. Luhut mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi-JK sudah pasti akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada November mendatang. Sementara Jokowi menegaskan bahwa rencana menaikkan harga BMM masih dalam perhitungan timnya.

Asep mencatat, bukan kali ini saja tim Jokowi-JK mengeluarkan pernyataan yang simpamng siur. Misalnya dalam persoalan APBN Perubahan, maupun dalam tekad mau memberantas migas dan membubarkan trader migas.

"Jokowi harus berani mengatakan, kalau bukan dari dia, informasi itu salah. Ini agar tak ada simpang siur lagi, yang akan membuat persepsi rakyat, tim Jokowi-JK memang tak solid," demikian Asep. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA