
. Di satu sisi, Jokowi ingin tetap aspiratif dan mengakomodasi semua harapan publik. Di saat yang sama, ada orang-orang di lingkaran Jokowi yang tidak sabar dalam membuat satu kebijakan.
Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf. Pernyataan Asep ini terkait dengan pernyataan Jokowi dan Luhut Panjaitan yang bertolak belakang.
Luhut mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi-JK sudah pasti akan menaikkan harga BBM pada November mendatang. Sementara Jokowi menegaskan bahwa rencana menaikkan harga BBM masih dalam perhitungan timnya.
Asep mencatat, bukan kali ini saja tim Jokowi-JK mengeluarkan pernyataan yang simpamng siur. Misalnya dalam persoalan APBN Perubahan, maupun dalam tekad mau memberantas migas dan membubarkan trader migas.
"Saat ini, sumber kericuhan dan sumber persoalan Jokowi-JK berasal dari orang-orang di dalamnya. Dari lingkaran Jokowi sendiri," ungkap Asep.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.