Demikian ditegaskan TB Hasanuddin sendiri. Pernyataan, klarifikasi dan penegasan TB ini terkait dengan informasi yang dia peroleh bahwa dalam sebuah perdebatan di
Tv One, Senin malam kemarin (29/9), ada seseorang yang tidak TB Hasanuddin kenal menyampaikan berulangkali bahwa TB Hasanuddin mendukung RUU Pilkada.
"Saya sampaikan bahwa (pernyataan orang) itu tidak benar. Justru dalam beberapa kali diskusi publik maupun wawancara dengan media saya sampaikan bahwa Pilkada tidak langsung adalah bentuk perampasan terhadap hak rakyat yang paling dasar," tegas TB Hasanuddin kepada
RMOL beberapa saat lalu (Selasa, 30/9).
Wakil Ketua Komisi I DPR ini pun menegaskan bahwa pemilihan langsung pun tak dijamin akan lebih murah dan tanpa politik uang.
"Sikap saya juga diwujudkan dalam voting di paripurna DPR RI tanggal 25-26 September bersama-sama anggota Fraksi PDI Perjuangan lainnya menolak pilkada tidak langsung dan memperjuangkan Pilkada langsung," demikian TB Hasanuddin.
[ysa]
BERITA TERKAIT: