"Mereka sengaja mengasut rakyat karena kepentingan mereka terganggu. Sementara antek-antek asing dan aseng mulai teriak-terika menjual nama rakyat," kata Wakil Bendahara Umum Golkar, Bambang Seosatyo, beberapa saat lalu (Senin, 29/9).
Bambang pun mempertanyakan klaim pihak-pihak pro-pilkada langsung yang mengatasnamakan rakyat. Sebab faktanya, rakyat yangg diwakili oleh parpol lebih dari 65 persen ada di Koalisi Merah Putih (KMP), dan juga ada 63 juta rakyat yang memilih Prabowo.
"Bahkan, organisasi besar Islam seperti Muhamadiyah dan NU, secara resmi terang-terangan mendukung pilkada via DPRD," ungkap Bambang.
Bambang menyadari wajar saja bila ada perbedaan. Namun ketika RUU menjadi UU, warga yang baik wajib mengikuti dan menaatinya. Sementara yang mau protes, bisa menyalurkan pandangan seperti melalui Mahkamah Konstitusi (MK).
"Kita harus waspada adanya upaya adu domba antar rakyat oleh antek-antek asing dan aseng dengan berkedok demokrasi. Dan itu bisa kita petakan. Mulai dari media, pengamat, akademisi hingga LSM-LSM," demikian Bambang.
[ysa]
BERITA TERKAIT: