Golkar Ingatkan Upaya Asing Adu Domba Rakyat Lewat Kedok Demokrasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 29 September 2014, 10:40 WIB
Golkar Ingatkan Upaya Asing Adu Domba Rakyat Lewat Kedok Demokrasi
golkar/net
rmol news logo . Ada banyak ekses buruk dari pada pilkada langsung seperti masalah anggaran, konflik, keamanan dan lain-lain. Karena itu, rakyat jangan terprovokasi dengan kekuatan asing dan media yang dikuasi pihak-pihak pro-pilkada lewat DPRD.

"Mereka sengaja mengasut rakyat karena kepentingan mereka terganggu.  Sementara antek-antek asing dan aseng mulai teriak-terika menjual nama rakyat," kata Wakil Bendahara Umum Golkar, Bambang Seosatyo, beberapa saat lalu (Senin, 29/9).

Bambang pun mempertanyakan klaim pihak-pihak pro-pilkada langsung yang mengatasnamakan rakyat. Sebab faktanya, rakyat yangg diwakili oleh parpol lebih dari 65 persen ada di Koalisi Merah Putih (KMP), dan juga ada 63 juta rakyat yang memilih Prabowo.

"Bahkan, organisasi besar Islam seperti Muhamadiyah dan NU, secara resmi terang-terangan mendukung pilkada via DPRD," ungkap Bambang.

Bambang menyadari wajar saja bila ada perbedaan. Namun ketika RUU menjadi UU, warga yang baik wajib mengikuti dan menaatinya. Sementara yang mau protes, bisa menyalurkan pandangan seperti melalui Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kita harus waspada adanya upaya adu domba antar rakyat oleh antek-antek asing dan aseng dengan berkedok demokrasi. Dan itu bisa kita petakan. Mulai dari media, pengamat, akademisi hingga LSM-LSM," demikian Bambang. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA