Jangan Sotoy, Pilkada Lewat DPRD Juga Itu Demokratis!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 29 September 2014, 08:08 WIB
Jangan <i>Sotoy</i>, Pilkada Lewat DPRD Juga Itu Demokratis<i>!</i>
bambang/net
rmol news logo . Negara-negara di dunia menggunakan dua sistem pemerintahan, yaitu parlementer atau presidensial.

Negara-negara Eropa, India, Malaysia, Singapura, Jepang, Australia dan lain-lain misalnya melakukan pemilihan langsung oleh rakyat hanya satu kali, yakni saat memilih anggota parlemen. Setelah itu, anggota parlemen lah yang memilih perdana menteri sebagai kepala pemerintah, presiden sebagai kepala negara, gubernur dan mayor atau walikota

Sedangkan sistem presidential dapat dilihat seperti di Amerika Serikat. Di AS, pemilihan presiden saja tidak langsung oleh rakyat dengan sistem one man one vote, melainkan melalui perwakilan.

Demikian penjelasan Wakil Bendahara Umum Golkar, Bambang Soesatyo. Dengan demikian, lanjut Bambang, negara-negara maju dan hampir sebagian besar negara menggunakan sistem perwakilan.

Bambang, beberapa saat lalu (Senin, 29/9), menjelaskan hal ini agar semua pihak tahu bahwa tidak benar bila dikatakan Pilkada via DPRD itu merampas hak rakyat dan membuat demokrasi di Indonesia Mundur.

Penjelasan Bambang ini juga untuk menyamakan dulu persepsi tentang definisi demokrasi, juga tentang siapa rakyat yangg dimaksud oleh sementara orang.

"(Penjelasan ini) agar kita tidak asbun dan sotoy. Jadi, Pilkada via DPRD yang baru saja kita putuskan, tidak berarti kita mundur," demikian Bambang. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA