Dewi Sukowati, TKI yang Dituduh Membunuh di Singapura Itu Dikenal Pendiam

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 28 September 2014, 01:53 WIB
Dewi Sukowati, TKI yang Dituduh Membunuh di Singapura Itu Dikenal Pendiam
net
rmol news logo . Selama ini, Dewi Sukowati tidak pernah berlaku kasar. Dia juga dikenal pediam.  Orangtuanya juga tidak mengetahui keberangkatan Dewi menjadi Tenaga Kerja Indonewsia (TKI) ke Singapura.

"Dewi Sukowati hanya pamit hendak bekerja ke luar negeri. Orangtuanya sangat terkejut begitu mengetahui Dewi Sukowati dihukum di Singapura," kata anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan,  Imam Suroso, dalam keterangan Sabtu malam (27/9).

Dewi Sukowati adalah TKI asal Dukuh Galiran RT 3/RW 7 Desa Baleadi, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang sekarang sedang menghadapi masalah hukum di Singapura. Dewi Sukowati ditahan Polisi Singapura pada 19 Maret 2014 lalu karena dituduh membunuh majikannya, Nancy Gan Wan Geok (68 tahun) di dalam rumah mewah di kawasan Bukit Timah, Singapura, Rabu (19 Maret 2014). Pada sidang pertama di Pengadilan Singapura, Kamis (20 Maret 2014) lalu, dia didakwa UU Singapura dengan ancaman hukuman mati.

Menurut keterangan KBRI Singapura yang terinfo ke BNP2TKI, pada Selasa (30 September 2014) nanti rencananya akan digelar persidangan lanjutan kasus Dewi Sukowati di District Judge State Court, Singapura. Atas kondisi ini, anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan,  Imam Suroso, berupaya maksimal perjuangkan nasib Dewi Sukowati agar dibebaskan dari hukuman di Singapura.

TKI asal Kabupaten Pati ini, ungkap Imam, merupakan korban tindak perdagangan manusia. Menurutnya, yang seharusnya mendapatkan sanksi hukuman adalah oknum sponsor atau calo yang merekrut TKI bersangkutan dan perusahaan jasa Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) yang memberangkatkan Dewi Sukowati bekerja ke Singapura.

Imam Suroso juga tidak yakin, bahwa meninggalnya Nancy Gan Wan Geok akibat dibunuh oleh Dewi Sukowati. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA