Dewan Penanggulangan dan Manajemen Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) Filipina, tadi pagi (Sabtu, 20/9), melaporkan bahwa korban tewas adalah seorang batita yang tewas akibat tenggelam setelah tersapu badai, seorang nenek yang mengalami luka pada kepalanya, seorang pria yang tertimbun longsor, dan seorang bayi berumur satu bulan yang tertimpa pohon.
Dari laporan NDRRMC, sekitar 513.361 orang dari 114.250 Kepala Keluarga (KK) terkena dampak badai topan yang juga dikenal sebagai topan Mario ini. Sementara 83.077 orang telah dievakuasi ke 77 pusat evakuasi.
Badai topan ini juga telah menyebabkan ribuan penumpang kapal laut terlantar dan 46 penerbangan baik penerbangan domestik maupun internasional dibatalkan.
NDRRMC juga memperkirakan, 87 jalan dan lima jembatan masih belum bisa dilewati di wilayah ibukota Filipina, Manila dan Pulau Luzon Selatan.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.