Potensi Pemuda di Daerah Harus Terus Ditingkatkan untuk Hadapi Era Globalisasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 19 September 2014, 11:20 WIB
Potensi Pemuda di Daerah Harus Terus Ditingkatkan untuk Hadapi Era Globalisasi
ilustrasi/net
rmol news logo . Persaingan di era globalisasi semakin ketat. Ditambah lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat dan tidak dapat dihindari. Tentu saja ini memerlukan perubahan dan tuntutan baru dalam masyarakat, yang diantaranya perubahan dalam kualifikasi pegawai di dunia kerja yang semakin tinggi.

"Apalagi Indonesia sudah memasuki era globalisasi dan bersaing menghadapi ASEAN Community 2015, oleh karenanya generasi muda khususnya di daerah harus mampu untuk menempa bakat serta kemampuannya agar dapat meningkatkan kompetensi dalam menghadapi persaingan globalisasi," kata tokoh masyarakat Kutai Kartanegara yang juga mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bontang, Nurdin HR, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 18/9).

Berdasarkan survei, katanya, di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) misalnya, jumlah pemuda sangat banyak, namun sangat sedikit sekali yang memiliki skill yang memadai untuk dapat bersaing di era globalisasi. Padahal Kukar memiliki banyak potensi Sumber Daya Alam yang sudah dimanfatkan maupun yang berpotensi untuk dikembangkan, antara lain sektor pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan dan penggalian seperti batu bara dan minyak bumi, serta industri dan pariwisata.

"Potensi yang dimiliki Kukar sangat mampu untuk mendatangkan investor, yang nantinya tentu akan terbuka kesempatan pekerjaan bagi pemuda-pemuda di Kukar, namun tentunya harus diimbangi dengan peningkatan skill dari pemuda itu sendiri,” ujarnya.

 Nurdin yang juga merupakan mantan Staff Ahli Walikota Bontang Bidang Ekonomi dan Keuangan, menambahkan bahwa tidak hanya kemampuan hard skill saja yang harus diasah oleh pemuda. Sebab dunia kerja tidak hanya memilih calon pegawai yang cakap kerja dalam kemampuan akademik saja atau hard skills, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai kecakapan lainnya seperti nilai kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, disiplin, komitmen, rasa percaya diri, etika, kerjasama, kreativitas, komunikasi dan kepemimpinan atau soft skills. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA