"Anggaran ini tentu terlalu mewah dan mahal bagi publik. Miliaran anggaran ini hanya menyangkitkan orang-orang miskin," kata pengamat anggaran, Uchok Sky Khadapi, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 14/8).
Bagi rakyat, Uchok mengingatkan, untuk mencari uang untuk makan sehari saja yang susah. Karena itu, peringatan Kemerdekaan di Istana itu ibarat merayakan kemerdekaan bagi orang yang berduit saja.
"Dengan punya duit berarti berarti bisa dikatakan merdeka seratus persen," ungkap Uchok.
Dengan menghabiskankan anggaran sebesar itu, lanjut Uchok, hal ini memperlihatkan bahwa orang-orang Istana lah yang merasa punya hak untuk menghabiskan anggaran. Seakan-akan mereka juga yang punya kemerdekaan 100 persen, sementara rakyat tidak.
[ysa]
BERITA TERKAIT: