IPW Ungkap Lima Keanehan dalam Proyek Alkomsus Pengamanan Capres

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 06 Agustus 2014, 08:59 WIB
IPW Ungkap Lima Keanehan dalam Proyek Alkomsus Pengamanan Capres
ilustrasi/net
rmol news logo . Ada lima keanehan dalam proyek Alat Komunikasi Peralatan Khusus Pengamanan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden sehingga Presiden SBY harus meminta Kapolri Jenderal Sutarman segera membatalkan proyek senilai Rp 57,4 miliar ini.

Keanehan pertama, kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, pengadaannya tidak tepat waktu karena Pilpres 2014 sudah selesai, sementara proyeknya baru dimulai. Kedua, diduga ada tiga anggota
DPR mengintervensi proyek ini agar Mabes Polri memenangkan pengusaha TS.

"Selama ini TS dikenal sebagai mafia proyek di Polri yang punya jaringan kuat ke DPR," ungkap Neta beberapa saat lalu (Rabu, 6/8).

Ketiga, lanjut Neta, akibat ada intervensi tersebut pejabat Polri lalu mengintervensi Polda Metro Jaya sebagai pemakai Alkomsus Pam Capres-Cawapres 2014. Keempat, TS mengikutkan tiga perusahaannya untuk "mengepung" proses tender Proyek Alkomsus Pam Capres-Cawapres.

"Kelima, tender akhirnya dimenangkan PT Tr S milik TS, padahal penawarannya lebih tinggi dibandingkan dua perusahaan lain," demikian Neta. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA