"Penggantian ini tentu di luar perkiraan bnyak orang karena Budiman sebenarnya akan memasuki masa pensiun pada bulan September 2014," kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, kepada
Rakyat Merdeka Online beberaoa saat lalu (Selasa, 22/7).
Menurut Andreas, pengumuman pencopotan jabatan yang strategis ini dilakukan di tengah bangsa Indonesia sedang mengalami puncak situasi kritis menjelang akhir Pilpres. Sehingga pencopotan ini bisa ditafsirkan sebagai ada sesuatu, atau mungkin
punishment atas kesalahan yang dibuat Budiman.
"Lantas, kesalahan apa yang dibuat? Tentu ini menjadi pertanyaan masyarakat," ungkap Andreas.
Jangan-jangan, lanjut Andreas, pencopotan ini yang dimaksudkan oleh Presiden SBY ketika berbicara di hadapan 200 perwira di Kementerian Perhatian pada 2 Juni lalu bahwa ada pihak yang mencoba menarik-narik dukungan jenderal aktif, dan juga meremehkan presiden SBY sbagai kapal karam.
"Kalau ini benar tentu apresiasi pada SBY, karena diakhir masa jabatannya berani mengambil sikap tegas, termasuk pada perwira tinggi demi menjaga netralitas TNI dan terutama demi berlangsungnya Pilpres yang demokratis, aman dan damai serta bebas dari intervensi," demikian Andreas.
[ysa]
BERITA TERKAIT: