"Apapun hasil Pilpres dan siapapun pemenangnya, lebih-lebih Jokowi-JK, merupakan kemenangan rakyat yang patut disyukuri kepada Allah SWT," kata Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 21/7).
Nusron bersyukur proses demokrasi di Indonesia bisa berjalan dengan baik. Meskipun memang ada gesekan, itu masih dalam tarap wajar dalam sebuah kompetisi. Meski juga memang, benar-benar menguras energi untuk menangkal
black campaign.
Nusron pun mengimbau kader Ansor dan Banser tidak usah turun ke jalan. Kalau ingin mengucap syukur, cukup dengan memperbanyak amal sholeh, apalagi di bulan Ramadlan.
"Kita tadarusan dan sholat tasbih di masjid saja. Itu jauh lebih mulia daripada buat huru-hara. Orang
kok sukanya dengan manohara alias manuver dan huru-hara," candanya.
Pada bulan Ramadhan ini, lanjutnya, bangsa Indonesia mengalami dua bentuk ujian, yaitu puasa, dan pilpres, yang nantinya akan ditutup dengan Idul Fitri. Dia berharap bangsa Indonesia akan berhasil melalui dua tahap ujian dimaksud dan ujung-ujungnya akan dinaikkan derajatnya.
Usai pilpres ini, apalagi dengan momentum sya'wal, GP Ansor akan memolopori silaturahmi nasional antarkomponen bangsa setelah sempat berbeda pendapat selama Pilpres.
"Kita akan mulai dari internal NU dulu. Kita akan undang Pak Kyai Said Agil Siradj dan para pendukung Prabowo lainnya, agar melihat bangsa ke depan lebih baik," ujar Nusron.
Bagi Nusron, jauh lebih baik bila semua elemen bangsa menggunakan energinya untuk membangun bangsa secara bersama-sama. Apalagi kalau Prabowo mengikuti saran Kyai Said, agar tidak usah ke MK sehingga akan memudahkan rekonsiliasi.
"Saya kira itu juga yang dikehendaki rakyat. Prabowo harus
ya'lamuuna taf'aluun. Artinya harus tahu apa yang harus dilakukan sesuai kehendak rakyat, bukan kehendak sendiri," tandasnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: