Dalam insiden ini, setidaknya 30 tentara dan penjaga tewas.
"Angka ini belum termasuk jumlah korban yang mungkin akan meningkat. Insiden ini juga menyebabkan adanya kerusakan," kata jurubicara Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Zoryan Shkyryak, seperti dikutip
Reuters.Para separatis pro-Rusia ini meluncurkan tembakan rudal Grad sekitar pukul 05:00 di pos perbatasan Zelenopillya, Lugansk Timur.
Presiden Petro Poroshenko dikabarkan juga tengah mengadakan pertemuan darurat untuk membahas serangan mematikan terhadap pasukan pemerintah.
"Saya pikir tidak akan ada respon lambat (dari Presiden Poroshenko) setelah aksi teroris berdarah ini," lanjut Shkyryak menanggapi kabar tersebut.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: