Mantan Ketum PBNU: Publik Nantikan Kejujuran Keputusan KPU

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 11 Juli 2014, 21:23 WIB
Mantan Ketum PBNU: Publik Nantikan Kejujuran Keputusan KPU
hasyim muzadi/net
rmol news logo . Saat ini, publik sedang menantikan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas hasil Pilpres 2014 yang jujur.

"Sebenarnya yang kita tunggu bukan sekedar keputusan KPU tapi kejujuran keputusan KPU. Kalau keputusan tersebut jujur, keadaan akan selamat. Kalau tidak, tentu ada reaksi," kata mantan Ketua Umum PB Nahdatul Ulama (NU), Hasyim Muzadi, Jumat malam (11/7).

"Masyarakat mengharapkan kejujuran dan kesederhanaan sebagai pengganti kepalsuan dan keserakahan," sambung Kyai Hasyim.

Hasyim mengingatkan, reaksi terhadap pilpres tidak gampang diatasi. Karena di negeri ini, banyak orang yang bisa bicara namun tidak banyak yang didengar rakyat apalagi ditaati.

Karena itu, menurutnya, kejujuran KPU diperlukan di tengah kondisi masyarakat yang sebenarnya sudah jenuh dan lelah terhadap permainan dalam perhitungan suara pemilu. Situasi saat ini adalah banyak anggota KPU-KPUD yang dipecat DKPP, manipulasi suara mulai tingkat paling bawah sampai paling atas, hingga pihak yang kampanye tanpa ada pendengarnya tapi selalu menang.

"Belum lagi banyak pencurian uang negara untuk ongkos mencuri suara. Hampir 70 persen kepala daerah di Indonesia bermasalah padahal secara legal formal terpilih secara sah. Lalu sampai ada kasus dihukumnya ketua Mahkamah Konstitusi dan sebagainya," beber Hasyim.

Hasyim juga menyoroti perselisihan antartim survei, yang sebenarnya harus diselesaikan antartim survei itu sendiri tanpa melibatkan pertentangan antartim sukses.

"Tim survei itu sendiri yang harus membuktikan keakuratan surveinya," demikian Hasyim. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA