Presiden RI kelima ini menekankan bahwa sejarah mencatat, dalam suasana genting sekalipun, PDI Perjuangan selalu mengedepankan ketaatan pada hukum. PDI Perjuangan juga tidak pernah mentolerir terhadap segala bentuk intimidasi dan kekerasan.
"Atas dasar hal tersebut, marilah kita tingkatkan kewaspadaan nasional, termasuk terhadap kemungkinan adanya oknum atau orang yang memakai seragam kampanye kotak-kotak atau seragam partai untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan," kata Megawati dalam keterangannya beberapa saat lalu (Jumat, 11/7).
Hadirnya oknum-oknum tersebut, ungkap Megawati, mungkin saja terjadi untuk membangun persepsi bahwa gangguan atas rasa aman tersebut seolah-olah berasal dari pendukung Jokowi-JK.
"Sekiranya hal tersebut terjadi, maka segera laporkan ke aparat keamanan dan selalu mengedepankan jalur hukum," imbaunya.
Megawati juga mengatakan bahwa Pilpres 2014 merupakan wujud nyata kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpin nasional Indonesia. Pilpres telah dilaksanakan dengan aman dan damai.
Untuk menjaga suasana tetap kondusif, yang memungkinkan rekapitulasi hasil penghitungan suara dapat dilakukan dengan benar, jujur, adil, dan berdasarkan dokumen otentik C1, serta bebas dari segala bentuk kecurangan dan manipulasi, maka Megawati merasa perlu menekankan beberapa hal.
"Terus kawal proses rekapitulasi hasil penghitungan suara secara berjenjang dari PPS, PPK, KPU Kabupaten/Kota, KPU Provinsi hingga KPU. Libatkan seluruh anggota, kader Partai, simpatisan, dan para relawan untuk mengawal suara rakyat tersebut," kata Megawati.
Putri Proklamator RI itu juga menekankan perlunya semua pihak tetap menjaga disiplin, ketenangan dan kewaspadaan, serta membantu aparat keamanan dalam menjaga suasana aman dan damai.
"Bersikap tenang dan jaga ketertiban hukum," tegas Megawati.
[ysa]
BERITA TERKAIT: