"Hal ini mengingat selisih di masing-masing lembaga survei di bawah lima persen," kata Wasekjen DPP Golkar, Lalu Mara Satria Wangsa, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 10/9).
Namun demikian, menurut Lalu Mara, alangkah lebih baik bila semua pihak menunggu hasil
real count dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebab KPU lah yang berwenang mengumumkan siapa yang memenangkan Pilpres 9 Juli 2014.
"Siapa pun yang menang, yang diumumkan KPU, kita harus hormati dan mengakuinya sebagai presiden terpilih," ungkap Lalu Mara.
Lalu Mara pun mengingatka nilai-nilai kearifan lokal, khususnya masyarakat Jawa, yang selama ini dipegang teguh.
"
Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake. Harus bersikap ksatria, bertanggung jawab. Maju perang tanpa teman, dan menang tanpa merendahkan," demikian Lalu Mara.
[ysa]
BERITA TERKAIT: