Di luar kompetisi pilpres yang sudah usai, dan kini tinggal menunggu pengumuman KPU itu, beberapa partai malah mulai bergolak dan memanas. Di antara partai yang kini dikabarkan sedang memanas itu adalah Partai Golkar.
Kini, muncul gerakan untuk mempercepat Musyawarah Nasional (Munas) agar digelar pada Otober 2014, dan segera menggeser Aburizal Bakrie dari kursi ketua umum. Sementara amanat Munas Golkar yang digelar pada 2009 lalu, memang memberi waktu jabatan kepada Aburizal Bakrie selama enam tahun. Dengan amanat Munas 2009 itu, seharusnya Munas baru digelar pada Oktober 2015.
Di internal Golkar, masa jabatan ini menjadi persoalan. Di satu sisi, memang baru kali ini masa jabatan pengurus DPP enam tahun. Namun di sisi lain, bagaimanapun, ini adalah keputusan Munas Golkar juga. Debat konstitusi partai akan mengawali dinamika di internal Golkar.
Hal yang memicu panasnya tubuh Golkar adalah beberapa sosok yang begitu berambisi segera naik ke kursi ketua umum. Mereka tak sabar menunggu hingga tahun 2015 padahal posisi penting di pemerintahan juga diseleksi di tahun ini.
Pemicu lain, ini terkait dengan KPU nanti. Bila Prabowo-Hatta kalah, maka kursi ARB juga menjadi benar-benar goyang. Sementara bila Prabowo-Hatta menang, justru posisi ARB akan semakin kuat. Ini tabiat Golkar yang sudah diketahui publik secara umum; selalu merapat dan mendukung pemenang.
Tentu di luar penantian KPU itu, sebagian elit Golkar malah kasuk-kausuk di internal dengan manuver yang tidak lagi sembunyi-sembunyi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: