"Kami percaya, bahwa Presiden RI akan bertanggung jawab sepenuhnya atas netralitas TNI-Polri khususnya menyongsong Pilpres 9 Juli 2014 besok," kata Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK, Tjahjo Kumolo, beberapa saat lalu (Selasa, 8/7)
Tjahjo menilai, latihan pengamanan pemilu yang Polri maupun TNI adalah sinyal kuat untuk menggentarkan mereka yang mau mencoba mengacaukan pemilu. Sebab bagi pihaknya, pemilu kali ini menjadi penentuan untuk kebangkitan Indonesia yang lebih baik. Karena itu ia percaya penyelenggara pemilu, institusi seperti TNI, Polri, termasuk intelijen, benar-benar netral.
"Mari kita jadikan pemilu ini sebagai ajang pengabdian terbesar untuk menciptakan sejarah. Sejarah bagi pemilu yang paling adil. Sejarah bagi pemilu tanpa kecurangan dan kerusuhan," kata Tjahjo.
Karena itulah, menurut Tjahjo, latihan pengamanan pemilu itu bukanlah alat untuk menakuti rakyat. Bukan pula alat untuk memberikan sinyal pada capres tertentu.
"Latihan itu adalah tugas negara, sehingga TNI dan Polri benar-benar hadir terhormat, dan tidak mau sedikitpun tergoda oleh berbagai kepentingan," kata Sekjen PDI-P itu.
Terkait proses kampanye jelang pilpres, Tjahjo mengatakan, bagi Tim Kampanye Jokowi-JK, komitmen untuk berkampanye secara damai dan taat pada seluruh aturan main adalah kunci bagi terwujudnya pemilu yang aman, jujur dan lebih demokratis.
"Komitmen ini bukan di awang-awang, tetapi membumi. Dampaknya, kami tidak pernah melakukan kampanye hitam, meski Jokowi begitu sering dijadikan korban fitnah," demikian Tjahjo.
[ysa]
BERITA TERKAIT: