Dunia internasional pun akan melihat, apakah SBY sebagai Presiden mampu memastikan instruksinya agar TNI, Polri, dan aparatur negara lainnya bersikap netral, dan tidak menggunakan kekuasannya untuk memihak capres tertentu. Dan Penyimpangan sedikit saja dari tidak netralnya TNI, Polri akan mencoreng wajah SBY sendiri.
Demikian disampaikan Wasekjen PDI Perjuangan yang juga Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Senin, 7/7). Karena itu, saran Hasto, demi reputasi yang sudah dibangunnya di dunia internasional, SBY harus memastikan kembali akan netralitas tersebut benar-benar terjaga.
"Hal ini penting agar apa yang terjadi di Hongkong, di Jawa Timur, dan pergerakan oknum Babinsa, serta oknum Kopassus, tidak terjadi lagi," harapnya, sambil mengimbau, daripada citranya rusak di dunia internasional, SBY sebaiknya kembali bertindak.
"Atas kejadian proses pemungutan suara di Hongkong kemarin, maka pengamat internasional sekarang pun bergerak, agar Indonesia betul-betul bisa menjadi teladan dala m demokrasi yang jurdil. Dan inilah pertaruhan SBY," demikian Hasto. [ysa]
BERITA TERKAIT: