Hasil Survei Bisa Pengaruhi Psikologi Publik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 07 Juli 2014, 09:01 WIB
Hasil Survei Bisa Pengaruhi Psikologi Publik
ilustrasi/net
rmol news logo . Hasil survei bisa mempengaruhi publik. Bahkan memang survei yang dirilis menjelang pemilihan selalu ditujukan untuk mempengaruhi psikologi publik.

"Hasil survei tersebut digunakan untuk meneror mindset publik," kata Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo, beberapa saat lalu (Senin, 7/7).

Karyono menjelaskan bahwa bagi lembaga survei, ada berbagai cara untuk mengarahkan opini itu. Biasanya mereka sangat hati-hati dalam memainkan opini hasil survei. Pendekatan yang digunakan lebih menggunakan metode framing.

"Data yang dipublikasikan tidak secara ekstim diputarbalikkan. Tetapi didesain lebih soft atau lebih moderat," katanya.

Karyno pun menilai saat ini ada upaya mengarahkan persepsi publik melalui publikasi riset untuk seakan-akan menempatkan posisi Jokowi-JK berada di bawah. Tujuan publikasi ini memang untuk men-downgrade Jokowi-JK.

Walau demikian, Karyono memprediksi posisi Jokowi-JK tetap berada di atas elektoral. Apalagi bila situasi politik yang terjadi saat ini dalam keadaan konstan atau berlaku hukum ceteris paribus, maka pasangan nomor urut dua kecenderungan berpotensi menang. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA