Revolusi Mental Jokowi Tempatkan Rakyat sebagai Subyek

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 05 Juli 2014, 23:56 WIB
Revolusi Mental Jokowi Tempatkan Rakyat sebagai Subyek
jokowi/net
rmol news logo . Revolusi Mental Jokowi diantaranya menempatkan rakyat sebagai subyek.  Dari sisi ini Jokowi terlihat begitu menghormati rakyat.

"Sementara blusukan menempatkan rakyat sebagai 'pemilik negeri' yang harus didatangi oleh pemimpinnya," kata Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Sabtu, 5/7)

Pernyataan Hasto ini untuk kembali menegaskan posisi rakyat di mata Jokowi sebagaimana terlihat dalam debat capres-cawapres terakhir dengan tema pangan, energi dan lingkunan. Hal ini dinilai berbeda dengan Prabowo yang terkesan merendahkan rakyat, dengan menggunakan kata "mulut" untuk kebutuhan pangan rakyat.

"Debat capres terakhir membuka bawah sadar rakyat, bagaimana rakyat hanya dilihat sebagai "mulut" yang direndahkan martabatnya seolah hanya perlu pangan saja," ungkap Hasto.

Wakil Sekjen PDI Perjuangan ini, pandangan yang merendahkan rakyat tersebut sejalan dengan hasil potret psikologis terkait dengan motivasi untuk mengadakan afiliasi yang rendah. Selain itu rakyat juga menjadi obyek kebijakan.

Dia menyesalkan cara pandang yang bertolak belakang itu. Bagaimanapun rakyat harus dipandang secara utuh, sebagai kesatupaduan antara jiwa dan raga. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA