"Sementara blusukan menempatkan rakyat sebagai 'pemilik negeri' yang harus didatangi oleh pemimpinnya," kata Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Sabtu, 5/7)
Pernyataan Hasto ini untuk kembali menegaskan posisi rakyat di mata Jokowi sebagaimana terlihat dalam debat capres-cawapres terakhir dengan tema pangan, energi dan lingkunan. Hal ini dinilai berbeda dengan Prabowo yang terkesan merendahkan rakyat, dengan menggunakan kata "mulut" untuk kebutuhan pangan rakyat.
"Debat capres terakhir membuka bawah sadar rakyat, bagaimana rakyat hanya dilihat sebagai "mulut" yang direndahkan martabatnya seolah hanya perlu pangan saja," ungkap Hasto.
Wakil Sekjen PDI Perjuangan ini, pandangan yang merendahkan rakyat tersebut sejalan dengan hasil potret psikologis terkait dengan motivasi untuk mengadakan afiliasi yang rendah. Selain itu rakyat juga menjadi obyek kebijakan.
Dia menyesalkan cara pandang yang bertolak belakang itu. Bagaimanapun rakyat harus dipandang secara utuh, sebagai kesatupaduan antara jiwa dan raga.
[ysa]
BERITA TERKAIT: