Hal ini terjadi sebab dukungan ini tidak pernah disampaikan secara resmi oleh SBY. SBY pun tak pernah meminta masyarakat memilih Prabowo-Hatta.
"Sebenarnya yang diharapkan SBY akan melakukan
endorsement terhadap Prabowo, atau malah mungkin diharapkan ada surat resmi atau o
fficial letters. Tapi ternyata tidak," kata pengamat politik UIN Syarief Hidayatulah Jakarta, Fachry Ali, beberapa saat lalu (Sabtu, 5/7).
Fachry bahkan menilai
SBY effect sudah tak signifikan di pilpres kali ini. Hal itu terbukti dengan raihan suara Demokrat di Pemilu Legislatif 2014 lalu dimana perolehan suara partai yang dipimpinnya melorot jauh dari raihan pada 2009.
"Kalau dilihat partainya juga hanya menduduki posisi nomor empat di bawah Gerindra," demikian Fachry.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: