"Namun
Alhamdullilah, elektabilitas Jokowi tidak tergoyahkan. Rakyat semakin cerdas dan loyal ke Jokowi karena gagasan yang membumi tentang Indonesia," kata Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Sabtu, 5/7).
Pernyataan Hasto ini untuk menanggapi anggota Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Johannes Suryo Prabowo. Misalnya Suryo membuat persepsi, dengan tanpa data sama sekali, seakan-akan pihak Jokowi melakukan serangan sementara pihanya menjadi korban.
"Menjelang hari tenang ini, saya sarankan Suryo Prabowo lebih banyak bicara dengan data," kata Hasto, yang juga menyoroti pernyataan Suryo Prabowo, yang mengimbau masyarakat untuk mencari pemimpin yang dibenci, ditakuti, atau dicacimaki asing, sebagaimana Bung Karno, dengan tujuan menyudutkan Jokowi.
"Pernyataan itu hanya akal-akalan saja. Seharusnya Suryo Prabowo paham, siapa yang justru bekerjasama dengan asing dan menjadi bagian dari kekuatan PRRI Permesta. Itu harusnya contoh yang dipakai untuk kerjasama asing," katanya.
Apabila Suryo Prabowo ingin mengesankan Jokowi sebagai pemimpin yang bekerja sama dengan asing, maka Hasto meminta publik mengingat bagaimana tegasnya Jokowi menolak bantuan Bank Dunia. Termasuk sikap tegasnya untuk mengambil alih kepemilikan perusahaan asing dari PT Palyja, perusahaan air yang selama ini dimilih perusahaan asing.
"Itu adalah bukti nyata, bukan sekedar kecap. Itu adalah fakta dan data yang selama ini tak pernah disampaikan Suryo Prabowo," demikian Hasto.
[ysa]
BERITA TERKAIT: