Langkah Politik Demokrat bagian dari Upaya Menjegal Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 04 Juli 2014, 23:47 WIB
Langkah Politik Demokrat bagian dari Upaya Menjegal Jokowi
sby/net
rmol news logo . Sikap Partai Demokrat terlihat paradoks. Di satu sisi, Ketua Umum Demokrat SBY menyatakan netral. Namun di saat yang sama, Demokrat juga memberi dukungan kepada salah satu capres.

Demikian disampoaikan Direktur Indonesia Public Institute, Karyono Wibowo. Karyono pun menilai dukungan Demokrat ini bagian dari cara untuk menghalangi Jokowi menjadi presiden.

"Ada skenario besar yang disiapkan untuk melawan dan menjegal Jokowi menjadi presiden," kata Karyono beberapa waktu lalu (Jumat, 4/7).

Karyono pun menilai dukungan Demokrat yang dipimpin SBY ini akan menggoyahkan netralitas aparat dan pejabat pemerintahan di pusat dan daerah, termasuk juga militer dan Polri. Singkat kata, dukungan Partai Demokrat ini menyebabkan militer tidak bersikap netral.

"Ini sangat berbahaya jika aparat sudah tidak netral. Oleh karena itu, masyarakat harus meminta komitmen netralitas Panglima TNI dan Kapolri," ujar Karyono.

Skenario lain untuk menjegal Jokowi, kata Karyono, adalah melalui pembentukan opini publik yang disampaikan melalui lembaga survei sejak beberapa pekan terakhir. Beberapa lembaga survei menghasilkan survei yang tidak wajar karena menyatakan ada kenaikan elektabilitas yang fantastis dari Prabowo bahkan mengungguli Jokowi.

"Ini lompatan elektabilitas yang sangat jauh dalam waktu sangat singkat. Sangat tidak mungkin," ujar Karyono, yang yakin lembaga survei yang hasilnya menyatakan elektabilitas Prabowo telah melampaui Jokowi pasti sudah tidak netral lagi atau berafiliasi dengan kekuatan politik tertentu. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA