Visi Kedaulatan Pangan Jokowi-JK Terukur dan Realistis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 04 Juli 2014, 22:19 WIB
Visi Kedaulatan Pangan Jokowi-JK Terukur dan Realistis
jokowi-Jk/net
rmol news logo . Jokowi-JK dipastikan lebih siap dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Karenanya, dalam debat terakhir nanti Jokowi-JK diyakini lebih bisa meyakinkan publik dengan program nyatanya yang terukur dan realistis.

Visi misi Jokowi-JK dalam bidang pangan misalnya, kata Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK, Tjahjo Kumolo, adalah membangun kedaulatan pangan berbasis agribisnis kerakyatan. Program ini akan dilakukan dengan penyusunan kebijakan pengendalian atas impor pangan, penanggulangan kemiskinan pertanian dan dukungan regenerasi petani, implementasi reformasi agraria, dan pembangunan bank khusus untuk pertanian, UMKM, dan koperasi.

Sementara untuk mengatasi peningkatan impor beras yang di kurun 2010-2013 meningkat hingga 482,6 persen, pasangan Jokowi-JK akan meningkatkan kapasitas produksi dari 5 ton gabah kering giling per hektar menjadi 5,6 per hektar. Untuk mengatasi impor jagung yang naik hingga 3,2 juta ton di 2013, Jokowi-JK menyasar produktivitas dari 4,8 tahun menjadi 5,6 ton per tahun dengan mengembangkan bank benih milik rakyat tani dan mengembang pupuk organik. Sementara untuk mengatasi impor kedelai dengan meningkatkan produksi dan mendorong pengembangan bank benih kedelai di tiap kelompok tani.

"Apa yang hendak dilakukan Jokowi-JK ini sesuai dengan ideologi Pancasila 1 Juni dan konsep Trisakti dan sangat realistis. Ini tentu berbeda dengan pihak katakanlah yang selalu membanggakan MP3EI yang cenderung akan membangun konflik antara investor besar dan masyarakat kecil pemilik lahan yang akan dikonversi," kata Tjahjo beberapa saat lalu (Jumat, 4/7).

Pasangan Jokowi-JK, lanjut Tjahjo, juga akan memberikan akses petani gurem terhadap kepemilikan lahan pertanian dan akan akan ditingkatkan, bersamaan dengan program penanggulangan kemiskinan pertanian. Ia yakin, program-program yang terukur dan realistis, ditambah dengan konsistensi sikap politik yang satu kata dengan perbuatan, mimpi atau harapan menjadikan Indonesia yang berdaulat bisa diwujudkan.

"Program-program  yang akan dicanangkan oleh Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kala pasti bermanfaat untuk masyarakat bangsa dan negara, yang harus kuat, yang harus berdaulat, yang harus berdfikari dan berkepribadian sebagai bangsa yang besar. Dengan demikian akan  memperkuat jati diri bangsa Indonesia dan mempertegas kembali keberadaan kita sebagai bangsa Indonesia," demikian Tjahjo. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA